Informasi Awal Tahun Ajaran 2025/2026

Panduan terpadu untuk memulai tahun ajaran baru dengan semangat, strategi, dan sinergi. Mari wujudkan pendidikan berkualitas di SMK PGRI 1 Bogor.

Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah

Landasan dan arah gerak kita dalam menyelenggarakan pendidikan yang unggul dan berkarakter di SMK PGRI 1 Bogor.

VISI SEKOLAH

"Menjadi Sekolah Menengah Kejuruan yang Menyiapkan Siswa Berkarakter Unggul dan Berbudaya Kerja"

Misi

  • Menyelenggarakan pendidikan untuk membentuk siswa berkarakter Unggul.
  • Menyelenggarakan pembelajaran dengan pendekatan teknologi industri, informasi dan komunikasi.
  • Menciptakan generasi wirausaha yang tangguh, kreatif dan inovatif.
  • Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional, kreatif, dan inovatif.
  • Mengembangkan sekolah unggulan berbasis literasi digital dan non-digital.
  • Menyelenggarakan pembelajaran yang berorientasi pada pelestarian kearifan lokal.

Tujuan

  • Menghasilkan lulusan berkarakter Unggul.
  • Menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha.
  • Siswa mampu menguasai kompetensi keahliannya secara profesional.
  • Menyiapkan sarana dan prasarana yang sesuai standar industri.
  • Menerapkan kurikulum hasil penyelarasan dengan DUDI/DUDIKA.
  • Mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan dan ramah anak.
  • Meningkatkan profesionalisme pendidik dan tendik untuk pelayanan prima.

Kalender Pendidikan

Jadwal kegiatan penting untuk Tahun Ajaran 2025/2026. Klik pada tanggal yang memiliki acara untuk melihat detail.
Kegiatan bersifat tentatif, akses kalender ini apabila ada perubahan.

Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab

Analisis Komprehensif Rapor Pendidikan 2025

Berikut adalah analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman) yang dirumuskan dari data Rapor Pendidikan untuk menjadi landasan perbaikan kita bersama.

Kekuatan (Strengths)

  • Literasi & Numerasi Meningkat: Capaian siswa di atas rata-rata dan terus menunjukkan tren positif.
  • Karakter Siswa Baik: Siswa terbiasa menerapkan nilai-nilai Pancasila, menjadi modal utama pembentukan lulusan unggul.
  • Penyerapan Lulusan Tinggi: Dengan 97.59% lulusan terserap (bekerja, wirausaha, atau lanjut studi), ini menunjukkan relevansi awal sekolah.
  • Iklim Inklusivitas Membaik: Sekolah semakin ramah bagi siswa dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan.

Kelemahan (Weaknesses)

  • Kualitas Pembelajaran & Link and Match Turun: Indikator utama ini berada di level "Sedang" dan mengalami penurunan, menunjukkan adanya kesenjangan antara proses belajar dengan kebutuhan industri.
  • Refleksi & Kepemimpinan Menurun: Kemampuan guru untuk merefleksikan pengajaran dan dukungan kepemimpinan instruksional menurun signifikan, menghambat inovasi.
  • Anggaran Mutu Kritis: Alokasi belanja untuk peningkatan mutu guru hanya 0.02%, sangat rendah dan tidak mendukung pengembangan profesional.
  • Pendapatan Lulusan Rendah: Meskipun terserap, pendapatan lulusan masih di bawah UMP, menandakan kompetensi belum dihargai tinggi oleh industri.

Peluang (Opportunities)

  • Kebutuhan Talenta Digital: Pertumbuhan ekonomi digital di Bogor dan sekitarnya membuka peluang besar bagi lulusan yang kompeten.
  • Program Pemerintah: Banyak program dari Kemendikbudristek dan Pemda yang mendukung revitalisasi SMK, pelatihan guru, dan Teaching Factory.
  • Jejaring Alumni: Tingginya penyerapan lulusan menciptakan potensi jejaring alumni yang kuat untuk program magang, mentoring, dan donasi.
  • Kolaborasi Industri: Perusahaan semakin terbuka untuk berkolaborasi dengan SMK yang proaktif dalam menyelaraskan kurikulum.

Ancaman (Threats)

  • Perubahan Teknologi Cepat: Kompetensi yang diajarkan bisa cepat usang jika tidak terus diperbarui sesuai tren industri.
  • Persaingan Antar-SMK: Sekolah lain mungkin lebih cepat beradaptasi dalam program Link and Match, menarik minat siswa dan industri.
  • Ekspektasi Industri: Dunia kerja menuntut lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis (hard skill) tetapi juga memiliki soft skill yang kuat (komunikasi, problem solving).
  • Stagnasi Guru: Tanpa pelatihan dan refleksi yang memadai, kualitas pengajaran berisiko tidak berkembang dan tertinggal.

Prioritas Perbaikan & Program Strategis

Berdasarkan analisis SWOT dan rekomendasi Rapor Pendidikan, berikut adalah fokus perbaikan utama beserta program strategis yang akan kita laksanakan.

PRIORITAS 1

Meningkatkan Link & Match dengan Dunia Kerja

Menjawab skor 'Sedang' (63) dan tren menurun pada indikator D.17.

Akar Masalah:

  • Kualitas pembelajaran Teaching Factory (TeFa) belum optimal.
  • Metode Pembelajaran belum sepenuhnya menarik dan relevan dengan kebutuhan industri.

Program Unggulan yang Direkomendasikan:

  • "TeFa Reborn & Business Center": Merevitalisasi TeFa menjadi unit bisnis yang dikelola siswa dengan pendampingan guru dan industri. Produk/jasa yang dihasilkan dijual secara komersial untuk melatih jiwa wirausaha.
  • "Kurikulum Adaptif Industri": Membentuk tim per jurusan untuk melakukan sinkronisasi kurikulum setiap 6 bulan sekali dengan DUDIKA, mengadopsi studi kasus riil, dan menerapkan pembelajaran berbasis proyek dari industri.
  • "CEO & Praktisi Mengajar": Menjadwalkan minimal 4 sesi per semester dimana CEO atau praktisi ahli mengajar di kelas, memberikan wawasan langsung tentang tren dan budaya kerja terkini.
PRIORITAS 2

Meningkatkan Kualitas Pembelajaran & Profesionalisme Guru

Menjawab skor 'Sedang' (61) dan tren menurun pada indikator D.1 dan D.2.

Akar Masalah:

  • Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Guru mengalami penurunan.
  • Kepemimpinan Instruksional yang mendukung guru belum maksimal.

Program Unggulan yang Direkomendasikan:

  • "Komunitas Belajar Aktif (KBA) Terstruktur": Mengaktifkan kembali KBA dengan jadwal, fasilitator, dan output yang jelas. Setiap KBA wajib menghasilkan minimal 1 inovasi pembelajaran per semester.
  • "Program Supervisi & Coaching Sejawat": Membuat jadwal observasi kelas antar-guru yang bersifat suportif (bukan menghakimi), diikuti sesi coaching untuk perbaikan bersama yang dipimpin oleh guru-guru berpengalaman.
  • "Gerakan Dana Inovasi Guru (GeDIG)": Mengadvokasi realokasi anggaran untuk menyediakan dana hibah kompetitif bagi guru/kelompok guru yang memiliki ide inovasi pembelajaran, sebagai solusi atas minimnya anggaran mutu guru.

Membedah Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Mari kita geser paradigma, dari sekadar 'mengajar materi' menjadi 'membangun kompetensi'. Inilah kunci untuk menjawab tantangan Rapor Pendidikan kita.

Apa Itu Pembelajaran Mendalam?

Ini bukan tentang AI atau robot. Dalam pendidikan, Pembelajaran Mendalam adalah pendekatan yang mendorong siswa untuk **menguasai, menginvestigasi, dan menggunakan pengetahuan mereka untuk memecahkan masalah kompleks di dunia nyata.** Tujuannya bukan lagi siswa 'tahu', tapi siswa 'bisa' dan 'terbiasa'.

Pembelajaran Tradisional (Dangkal)

  • Fokus pada hafalan dan penyelesaian tugas.
  • Guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan.
  • Pembelajaran terkotak-kotak per mata pelajaran.
  • Penilaian hanya di akhir (sumatif).
  • Hasil akhir: Siswa tahu banyak, tapi bingung saat harus menerapkan.

Pembelajaran Mendalam

  • Fokus pada penguasaan 6 Kompetensi Global (6C).
  • Guru sebagai fasilitator dan mitra belajar.
  • Pembelajaran terintegrasi dan relevan dengan dunia nyata.
  • Penilaian sebagai bagian dari proses belajar (formatif).
  • Hasil akhir: Siswa mampu berkolaborasi, berpikir kritis, dan menciptakan solusi.

Strategi Implementasi di SMK PGRI 1 Bogor

Untuk Mata Pelajaran Umum (Normatif Adaptif)

Mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Agama, dan PPKn adalah fondasi untuk membangun Karakter, Komunikasi, dan Kewarganegaraan.

  • 1.
    Studi Kasus Etis: Di pelajaran Agama/PPKn, gunakan berita terkini tentang dilema etis di dunia kerja (misal: "Apakah etis menggunakan AI untuk menggantikan pekerjaan manusia?"). Biarkan siswa berdebat dan merumuskan sikap.
  • 2.
    Debat Terstruktur: Di pelajaran Bahasa Indonesia, adakan debat tentang isu-isu relevan ("SMK harus fokus pada hard skill vs soft skill"). Ini melatih komunikasi dan berpikir kritis.

Untuk Mata Pelajaran Kejuruan

Mata pelajaran kejuruan adalah arena utama untuk melatih Kolaborasi, Kreativitas, dan Berpikir Kritis dalam konteks profesional.

  • 1.
    Project-Based Learning (PBL) Lintas Kelas: Buat proyek bersama. Contoh: Siswa Bisnis Digital membuat strategi marketing, siswa Akuntansi membuat rencana anggaran, dan siswa Manajemen Perkantoran mengelola administrasi proyeknya.
  • 2.
    "Problem-Finding" dari Industri: Undang mitra industri untuk memberikan masalah nyata yang mereka hadapi. Biarkan siswa (dalam tim) merumuskan dan mempresentasikan solusi inovatif kepada perwakilan industri.

Panduan Lengkap Beban Kerja Guru

Sesuai PERMENDIKDASMEN RI No. 11 Tahun 2025, pemenuhan beban kerja menjadi lebih fleksibel dan mengakui berbagai peran strategis guru.

Prinsip Utama Beban Kerja

Total Jam Kerja

37,5 Jam/Minggu

Total waktu kerja dalam 1 minggu, tidak termasuk jam istirahat.

Kewajiban Tatap Muka

Min. 24 JTM/Minggu

Dapat dipenuhi melalui ekuivalensi tugas tambahan.

Lima Kegiatan Pokok Guru

Seluruh waktu kerja 37,5 jam per minggu dialokasikan untuk melaksanakan 5 kegiatan pokok berikut:

  1. 1
    Merencanakan Pembelajaran/Pembimbingan: Meliputi pengkajian kurikulum dan pembuatan RPP/Modul Ajar.
  2. 2
    Melaksanakan Pembelajaran/Pembimbingan: Kegiatan tatap muka (intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler) dan bimbingan konseling.
  3. 3
    Menilai Hasil Pembelajaran: Proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur capaian belajar murid.
  4. 4
    Membimbing dan Melatih Murid: Dilakukan pada kegiatan kokurikuler dan/atau ekstrakurikuler, termasuk tugas sebagai Guru Wali.
  5. 5
    Melaksanakan Tugas Tambahan: Tugas lain yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok (contoh: Wakasek, Kaprog, dll).

Ekuivalensi Tugas Tambahan untuk Pemenuhan 24 JTM

Berikut adalah rincian lengkap penyetaraan tugas tambahan yang diakui sebagai pemenuhan jam tatap muka.

Tugas Tambahan Nilai Ekuivalensi
Tugas Tambahan Utama
Wakil Kepala Satuan Pendidikan 12 JTM
Ketua Program Keahlian 12 JTM
Kepala Perpustakaan / Lab / Bengkel / UP 12 JTM
Pembimbing Khusus (Pendidikan Inklusif) 6 JTM
Tugas Tambahan Lain (Akumulasi Maks. 6 JTM)
Guru Wali 2 JTM
Wali Kelas 2 JTM
Pembina OSIS 2 JTM
Pembina Ekstrakurikuler 2 JTM
Koordinator P5 2 JTM
Guru Piket 1 JTM
Pengurus BKK (Ketua) 2 JTM

Contoh Skenario

Seorang guru yang menjabat sebagai **Ketua Program Keahlian** (12 JTM) dan juga menjadi **Wali Kelas** (2 JTM), maka total ekuivalensinya adalah 14 JTM. Untuk memenuhi syarat minimal 24 JTM, guru tersebut hanya perlu mengajar **10 JTM** di kelas.

Struktur Kurikulum & Jam Mengajar

Alokasi waktu mata pelajaran untuk Fase F (Kelas XI dan XII) berdasarkan Spektrum Keahlian Kurikulum Merdeka.

Kelas X

Mata PelajaranTotal JP/Tahun
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum
Pendidikan Agama & Budi Pekerti108
Pendidikan Pancasila72
Bahasa Indonesia144
PJOK108
Sejarah72
Seni dan Budaya72
B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan
Matematika144
Bahasa Inggris144
Informatika144
Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)216
Dasar-Dasar Program Keahlian (Akuntansi)432
TOTAL1656

Kelas XI

Mata PelajaranTotal JP/Tahun
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum
Pendidikan Agama & Budi Pekerti108
Pendidikan Pancasila72
Bahasa Indonesia108
PJOK72
Sejarah72
B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan
Matematika108
Bahasa Inggris144
Konsentrasi Keahlian: Akuntansi648
Projek Kreatif dan Kewirausahaan180
Mata Pelajaran Pilihan144
TOTAL1656

Kelas XII

Mata PelajaranTotal JP/Tahun
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum
Pendidikan Agama & Budi Pekerti48
Pendidikan Pancasila32
Bahasa Indonesia48
B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan
Matematika48
Bahasa Inggris64
Konsentrasi Keahlian: Akuntansi352
Projek Kreatif dan Kewirausahaan80
Praktik Kerja Lapangan (PKL)736
Mata Pelajaran Pilihan64
TOTAL1472

Kelas X

Mata PelajaranTotal JP/Tahun
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum
Pendidikan Agama & Budi Pekerti108
Pendidikan Pancasila72
Bahasa Indonesia144
PJOK108
Sejarah72
Seni dan Budaya72
B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan
Matematika144
Bahasa Inggris144
Informatika144
Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)216
Dasar-Dasar Program Keahlian (MPLB)432
TOTAL1656

Kelas XI

Mata PelajaranTotal JP/Tahun
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum
Pendidikan Agama & Budi Pekerti108
Pendidikan Pancasila72
Bahasa Indonesia108
PJOK72
Sejarah72
B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan
Matematika108
Bahasa Inggris144
Konsentrasi Keahlian: Manajemen Perkantoran648
Projek Kreatif dan Kewirausahaan180
Mata Pelajaran Pilihan144
TOTAL1656

Kelas XII

Mata PelajaranTotal JP/Tahun
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum
Pendidikan Agama & Budi Pekerti48
Pendidikan Pancasila32
Bahasa Indonesia48
B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan
Matematika48
Bahasa Inggris64
Konsentrasi Keahlian: Manajemen Perkantoran352
Projek Kreatif dan Kewirausahaan80
Praktik Kerja Lapangan (PKL)736
Mata Pelajaran Pilihan64
TOTAL1472

Kelas X

Mata PelajaranTotal JP/Tahun
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum
Pendidikan Agama & Budi Pekerti108
Pendidikan Pancasila72
Bahasa Indonesia144
PJOK108
Sejarah72
Seni dan Budaya72
B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan
Matematika144
Bahasa Inggris144
Informatika144
Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)216
Dasar-Dasar Program Keahlian (Pemasaran)432
TOTAL1656

Kelas XI

Mata PelajaranTotal JP/Tahun
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum
Pendidikan Agama & Budi Pekerti108
Pendidikan Pancasila72
Bahasa Indonesia108
PJOK72
Sejarah72
B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan
Matematika108
Bahasa Inggris144
Konsentrasi Keahlian: Bisnis Digital648
Projek Kreatif dan Kewirausahaan180
Mata Pelajaran Pilihan144
TOTAL1656

Kelas XII

Mata PelajaranTotal JP/Tahun
A. Kelompok Mata Pelajaran Umum
Pendidikan Agama & Budi Pekerti48
Pendidikan Pancasila32
Bahasa Indonesia48
B. Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan
Matematika48
Bahasa Inggris64
Konsentrasi Keahlian: Bisnis Digital352
Projek Kreatif dan Kewirausahaan80
Praktik Kerja Lapangan (PKL)736
Mata Pelajaran Pilihan64
TOTAL1472

Checklist Administrasi & Perangkat Ajar

Pastikan semua amunisi Anda siap sebelum dan selama tahun ajaran untuk kelancaran proses belajar mengajar.

Awal Tahun Ajaran

  • Program Tahunan & Semester
  • Kalender Pendidikan
  • Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
  • Kriteria Ketercapaian TP
  • RPP atau Modul Ajar
  • Jadwal Pelajaran & Piket
  • Daftar Siswa & Kelompok Belajar
  • Kesepakatan Kelas

Selama Proses Pembelajaran

  • Jurnal Harian Guru
  • Daftar Hadir Siswa
  • Daftar Nilai Siswa
  • Catatan Perkembangan Siswa
  • Kumpulan Soal dan Kisi-kisi
  • Analisis Hasil Belajar
  • Dokumentasi Kegiatan
  • Catatan Refleksi Mengajar

Akhir Semester & Penunjang

  • Rekap Nilai Akhir Siswa
  • Laporan Hasil Belajar (Rapor)
  • Arsip RPP/Modul Ajar
  • Analisis Ketuntasan Belajar
  • Refleksi & Evaluasi Program
  • Buku Agenda Guru & Catatan Rapat
  • Data Inventaris Kelas
  • Dokumen P5

Siap Memulai Tahun Ajaran Baru?

Mari kita petakan kesiapan dan kebutuhan bersama. Klik tombol di bawah untuk mengisi Formulir Konfirmasi Kesiapan Mengajar.